Kamis, Juli 10, 2008

Proses Evakuasi Pungkas Tri Baruno

Medan Gunung McKinley Memang Berat & Mematikan
Medan Gunung McKinley Memang Berat & MematikanJAKARTA - Kondisi medan gunung McKinley yang menelan korban meninggal, Pungkas Tri Baruno pada Senin malam, 7 Juli 2008 kemarin, dinilai sangat berat dan mematikan. Meski musim pendaki seperti yang saat ini sedang berlangsung, seringkali badai muncul secara tiba-tiba tanpa dapat diprediksi sebelumnya."Seperti saat evakukasi Pungkas kemarin siang, awalnya cuaca baik-baik saja. Tapi tiba-tiba datang badai," kata Ketua Posko Pemantau Musibah Gunung McKinley, Jatmiko, di Jakarta, Kamis (10/7/2008).Hingga kini, menurut Jatmiko, kondisi cuaca McKinley masih belum normal. Hal itu diketahui dari badai yang masih sering terjadi di McKinley. Oleh sebab itu, proses evakuasi jenazah Pungkas yang kini sudah berada diketinggian 14.000 kaki masih terkendala.Untuk informasi evakuasi jenazah Pungkas, Jatmiko yang juga berperan sebagai penanggung jawab evakuasi pemulangan jenazah Pungkas, terus melakukan koordinasi dengan Bayu Tresna yang terus melaporkan evakuasi jenazah Pungkas langsung dari ibukota Alaska, AnchorageKerasnya medan gunung McKinley, terlihat dari jumlah korban di gunung McKinley. Sebagai gunung tertinggi di Amerika Utara, sejak tahun 1932 McKinley telah merenggut nyawa 102 pendakinya, termasuk Pungkas.Pada pekan ini, gunung ini memakan dua orang korban yaitu James Nasti diketahui meninggal di puncak gunung. Sedangkan Pungkas, adalah korban kedua di pekan ini.Akhir Mei kemarin, dua pendaki asal Jepang juga dinyatakan hilang. Sampai saat ini, dua pendaki tersebut masih belum ditemukan. Diduga, keduanya telah tewas di belantara hutan gunung. (end)
Kamis, 10 Juli 2008 - 15:22 wib
Fahmi Firdaus - Okezone

Tidak ada komentar: