Hak Angket BBM Adalah Kemenangan Rakyat
JAKARTA - Unjuk rasa mahasiswa yang berakhir bentrok di DPR dan pembakaran mobil plat merah di Atma Jaya Selasa lalu mengundang tanda tanya besar, siapa aktor intelektual dalam aksi yang berujung pada tindakan anarkis tersebut. Kepala Badan Intelijen Nasional (KaBIN) Syamsir Siregar langsung menuding aktivis yang berisinil FY sebagai otak intelektualnya.
Di kalangan media disebutkan, FY merujuk pada nama Ferry Yuliantono yang merupakan ketua dewan tani Indonesia dan sekjen Komite Bangkit Indonesia (KBI). Ferry yang saat ini berada di China mengaku dirinya bukanlah dalang dari kerusuhan di dua tempat tersebut. "Saya tidak memprovokasi" ujar Ferry dalam diskusi Jakarta First Channel Radio Trijaya, Kamis (26/6/2008).
Berikut petikan perbincangan Radio Trijaya dengan Ferry Yuliantono:
Pagi Pak Ferry?
Pagi.
Bagaimana kabarnya?
Baik, Alhamdulillah.
Apakah bapak mendengar informasi bahwa inisial anda ini, FY disebut-sebut sebagai provokator dalam unjuk rasa yang berlangsung Selasa 24 Juni kemarin?
Sudah, sudah mendengarnya.
Dari mana anda mendengar informasi itu?
Dari beberapa wartawan yang menanyakan kepada saya dan beberapa teman menghubungi saya. Kemudian kalau menyebut-nyebut inisial namanya. Inisial sih enngak apa.
Bagaimana perasaan anda, inisialnya disebut-sebut sebagai provokator?
Pertama kaget. Kedua, disebut sebagai provokatornya itu lho. Saya tidak memprovokasi. Tapi memang mungkin dalam kaitan saya sebagai Sekjen Komite Indonesia Bangkit itu, yang mana sejak awal sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan BBM, kan kita sudah secara terbuka menentang kebijakan itu. Dan Pak Syamsir Siregar menuding mantan pejabat Pak Rizal Ramli.
Kemudian juga beberapa waktu lalu sebelum saya berangkat ke Cina, memang saya pernah menyampaikan dalam wawancara dengan QTV bahwa meskipun pemerintah telah menaikkan BBM tapi kami terus akan melanjutkan perjuangan ini untuk mengawal proses penggunaan hak angket di DPR. Termasuk di dalamnya juga saya menyampaikan pada saat itu bahwa termasuk rapat paripurna dan lain sebagainya itu kita kawal.
Kepala BIN mengatakan, sebulan lalu pernah bertemu FY?
Kalau bertemu pernah, tapi saya pernah menyampaikan tidak seperti itu, yang saya sampaikan adalah bahwa, saya difasilitasi teman saya yang menyampaikan bahwa Kepala BIN ingin bertemu. Waktu dalam konteknya demonstrasi sebelum kenaikan harga BBM. Tapi dalam pertemuan itu, saya bilang bahwa kelihatannya terus, tapi tidak eksplisit saya bilang bahwa ini akan kerusuhan. Saya tidak pernah sekalipun mengetahui hal itu. Kalau saya kan kenal banyak, termasuk Pak Hatta Rajasa, bertemu dengan saya. beberapa teman-teman di kabinet juga saya kenal dengan baik. Mungkin mereka konteksnya pada saat itu, saya dianggap ikut tanggung jawab lah pimpin demontrasi sebelum pemerintah mengumumkan harga BBM.
Saya ingin kasih tahu juga , sebelum saya ke Cina, 7-8 hari lalu saya dengan teman-teman telah bertemu pimpinan Fraksi di DPR. Saat itu juga FPDIP dan FKB saya sampaikan bahwa kita akan terus kawal penggunaan hak angket ini. Kemudian kita minta pimpinan fraksi serius menggunakan hak angket ini, karena bagi kita hak angket ini penting. Karena hak angket ini hak konstitusi yang dimiliki DPR, untuk menyelidiki soal tata niaga minyak ini. Kalau hak angket ini bisa jalan, artinya rakyat mendapat hak untuk mengetahui duduk persolan, kenapa negara kaya seperti kita, yang kaya minyak ini malah sebaliknya rakyat harus menangung beban itu, ada apa sebenarnya?.
Dengan hak angket sebenarnya, kita bisa tahu apa yang terjadi. Disitu juga saya sampaikan, kita akan kepung DPR , tapi sebelum berangkat ke Cina, Saya tidak pernah sampaikan rusuh begitu.
Yang anda maksud mengepung itu seperti apa? Apakah Akan melakukan demo secara terus menerus secara masif seperti 1998 atau tongkrongi sidang paripurna?
Sebelum rapat paripurna Selasa (24 Juni) kemarin itu kan ada keinginan kita untuk masuk di balkon, tapi kemudian secara teknis susah masuk ke balkon di gedung DPR sekarang itu. Saat rapat paripurna Selasa, pengepungan itu ya dikepung saja. Karena penting apa yang dilakukan untuk memaksa anggota di DPR, semua fraksi yang ada di DPR untuk tidak main-main dengan penggunaan hak angket, mengingat penggunan hak angket tersebut sebelumnya kandas ditengah jalan.
Apa juga disebutkan kabur di sini ?
sebanarnya agenda anda di Cina itu apa Pak Ferry?Saya menenuhi undang Cina Youth Federation. Saya juga melakukan studi perbandingan pertanian sebagai ketua dewan tani Indonesia. Sebenarnya saya tidak melarikan diri, karena saya pergi ke Cina sudah seminggu lalu sebelum hari selasa. Saya tidak tidak tahu maksud Pak Syamsir apa? Saya melarikan diri, tapi fakta seperti begitulah.
Anda merasa yakin yang disebut inisial FY itu adalah anda?
Iya belum tahu juga, tapi teman-teman wartawan mengarah kepada saya. Pak Syamsir hanya mengatkan dia aktivis! jadi mungkin atas dasar itu teman-teman wartawan dan teman-teman saya menyimpulkan itu saya.
Kalau anda sendiri berkesimpulan FY itu anda bukan?
iya berat, kalau lihat inisialnya persis saya. Tapi kan Pak Syamsir belum mengatakan kepanjangan inisial itu. Kalau inisial itu, namanya tidak ada yang lain.
Ketika inisial ini terungkap, apa yang akan anda lakukan setiba di tanah air?
Ya, kalau lihat dari pernyataan kemarim Kepala BIN, besar kemungkinan saya tiba di Jakarta, akan ditahan. Ya, saya ikhlas, saya siap saja kalau itu memang benar.
Apakah terlintas, ada wacana seperti anda tidak ingin balik?
Ya enggaklah. Pertama, saya tidak melarikan diri dan kemudian saya akan bertanggungjawab kalau memang terbukti atas tuduhan itu. Saya akan memberikan keterangan sesuai yang saya punya. Tapi kalau kemudian ini menjadi unsur politis, ya itu situ risiko juga.
Rencana pulang kapan?
Beberapa hari ke depan lah Mas. Kalau Jumat acara resminya selesai, mungkin Sabtu atau Minggu pulang, kalau tidak ada perubahan jadwal ya Mas.
Kalau anda tiba di tanah air, tempat pertama yang akan anda kunjungi mana, Apakah ke BIN atau Polri?
Ada kemungkinan tidak begitu. Ada kemungkinan, begitu datang, langsung ditahan meskipun konteksnya diminta untuk memberikan keterangan. Tapi itu, sudah domain kekuasaan pihak keamanan. Artinya juga belum berpikir ke mana-mana.
Maraknya pemberitaan bahwa anda sebagai dalang kerusuhan, sekarang apa anda ingin mengklarifikasi?
Yang pasti, saya tidak pernah melarikan diri dan saya tidak pernah menganjurkan untuk kerusuhan. Tapi begini Mas, apa yang terjadi di Jakarta atau hari selasa kemarin itu sebenarnya dipicu juga berita kematian adik mahasiswa kita Maftuh Fauzi itu kemudian membuat emosi teman-teman mahasiwa. Itu juga sebenarnya dalam setiap demostrasi yang santun sekalipun, damai sekalipun ada juga yang faktor -faktor internal dan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi dinamika di lapangan. Jadi kalau saya lihat, dari kejadian kemarin ada juga dipicu kemarahan dari mahasiswa.
Bagaimana dugaan keterlibatan Komite Bangkit Indonesia dalam kerusuhan Selasa, apakah anda ikut mengawal?
Kalau dari sejak awal sebelum berangkat ke China, saat perbincanagn di TV dan beberapa fraksi di DPR, saya sampaikan itu. Karena saya berangkat, saya minta teman-teman untuk merealisasikan dan melanjutkan rapat-rapat teknis selanjutnya. Kalau Komite Bangkit Indonesia sendiri ingin conten-nya bagaimana ekonomi Indonesia ke depan itu bisa lebih baik dari pada sekarang dan lebih transparan. Meskipun juga tidak bisa dihindari saya sebagai aktivis membicarakan pasti hal-hal yang berbau kegiatan-kegiatan operasional atau kegiatan-kegiatan demontrasiitu. Tapi sebelum pemerintah menaikkan BBM, masyarakat sudah juga tahu, saya sendiri dan bersama Pak Rizal Ramli turun kejalan sendiri, pidato di tengah jalan, mungkin tidak dalam konteks memprovokasi, tapi kita sendiri menolak dan menentang kebijakan menaikan BBM itu.
Hasil hak angket terbukti disetujui, sikap anda bagaimana?
Alhamdulillah. Saya kaget mendengar hak angket disetujui. Ini kemenangan rakyat. Mudah-mudahan kita semua bisa mendapatkan hak untuk mengetahui bagaimana kebijakan minyak di negeri kita. Kenapa kita bisa menderita, tapi kita kaya minyak. Seharusnya dengan kenaikan harga minyak kita bisa mendapatkan keuntungan, tapi kenapa malah sebaliknya.
Terima Kasih Pak Ferry atas perbincangannya?
Unjuk rasa mahasiswa yang berakhir bentrok di DPR dan pembakaran mobil plat merah di Atma Jaya Selasa lalu mengundang tanda tanya besar, siapa aktor intelektual dalam aksi yang berujung pada tindakan anarkis tersebut. Kepala Badan Intelijen Nasional (KaBIN) Syamsir Siregar langsung menuding aktivis yang berisinil FY sebagai otak intelektualnya.
Terima Kasih Pak Ferry atas perbincangannya?
Ya, sama-sama. (mik)
Kamis, 26 Juni 2008 - 13:25 wib
Sutarmi - Okezone
Sutarmi - Okezone
Tidak ada komentar:
Posting Komentar