Kamis, Juli 10, 2008

Pemakaman Mak Erot

Pemakaman Mak Erot Dilangsungkan Tertutup
SUKABUMI - Mak Erot, seorang pakar pengobatan tradisional alat kelamin asal Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dikabarkan meninggal dunia. Namun kapan tanggal pasti kematian sang ?tabib' legendaris ini masih sangat simpang siur.Sebagian warga mengaku kabar kematian Mak Erot telah tersebar sejak dua pekan silam. Namun warga lainnya meyakini Mak Erot menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu 5 Juli 2008 lalu. Kesimpang-siuran ini diduga akibat dari sikap sanak saudara Mak Erot yang terkesan menutup-nutupi berita duka tersebut. Akibatnya, kabar kematian legendaris ini nyaris luput dari sorotan media massa. Bahkan aparat pemerintah kecamatan setempat juga mengaku tidak mengetahui jelas kabar kematian Mak Erot. "Dua pekan lalu, kami sempat mendengar kabar yang menyebutkan bahwa Mak Erot meninggal dunia. Dari kabar yang diperoleh, prosesi pemakamannya dilakukan secara tertutup," ujar Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Kecamatan Cisolok Anwar Sanusi saat dihubungi, Kamis (10/7/2008) . Disebutkannya, selama ini Mak Erot lebih banyak beraktifitas di lokasi prakteknya di Jakarta, tepatnya di Jalan Fatmawati.Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, Mak Erot menghembuskan nafas terakhirnya di saat usianya menginjak 131 tahun. Jasad Mak Erot dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok. Di usia lanjutnya, Mak Erot telah mempercayakan usaha pengobatan memperbesar alat kelamin pria itu kepada sejumlah putra-putrinya. "Usaha pengobatannya banyak tersebar di beberapa daerah, bukan hanya di Jakarta atau Jabar. Tapi juga luar provinsi lainnya. Ini sudah lama dikembangkan oleh anak-anaknya yang mungkin menuruni ilmu Mak Erot," tutur Anwar.Keberadaan Mak Erot di wilayah Kecamatan Cisolok ini, telah menjadi salah satu faktor melambungnya nama Kabupaten Sukabumi di mata penduduk luar daerah. Nama Mak Erot banyak tersebar di sejumlah papan nama balai pengobatan tradisional yang menjamur di sepanjang jalur utama Kabupaten Sukabumi. Bahkan di Kecamatan Cisolok, nama Mak Erot telah menjadi aset bagi para tukang ojek atau angkutan umum untuk mencari penumpang. "Nama Mak Erot selalu bergema di terminal Cisolok. Ini biasa dilakukan oleh para tukang ojek dalam menyambut kedatangan warga luar daerah. Secara tidak langsung nama Mak Erot telah menjadi aset bagi mereka untuk mencari nafkah," tutur Nuril Arifin, tokoh pemerhati budaya dan kepercayaan masyarakat. (Toni Kamajaya/Sindo/fit)
Kamis, 10 Juli 2008 - 16:55 wib

Proses Evakuasi Pungkas Tri Baruno

Medan Gunung McKinley Memang Berat & Mematikan
Medan Gunung McKinley Memang Berat & MematikanJAKARTA - Kondisi medan gunung McKinley yang menelan korban meninggal, Pungkas Tri Baruno pada Senin malam, 7 Juli 2008 kemarin, dinilai sangat berat dan mematikan. Meski musim pendaki seperti yang saat ini sedang berlangsung, seringkali badai muncul secara tiba-tiba tanpa dapat diprediksi sebelumnya."Seperti saat evakukasi Pungkas kemarin siang, awalnya cuaca baik-baik saja. Tapi tiba-tiba datang badai," kata Ketua Posko Pemantau Musibah Gunung McKinley, Jatmiko, di Jakarta, Kamis (10/7/2008).Hingga kini, menurut Jatmiko, kondisi cuaca McKinley masih belum normal. Hal itu diketahui dari badai yang masih sering terjadi di McKinley. Oleh sebab itu, proses evakuasi jenazah Pungkas yang kini sudah berada diketinggian 14.000 kaki masih terkendala.Untuk informasi evakuasi jenazah Pungkas, Jatmiko yang juga berperan sebagai penanggung jawab evakuasi pemulangan jenazah Pungkas, terus melakukan koordinasi dengan Bayu Tresna yang terus melaporkan evakuasi jenazah Pungkas langsung dari ibukota Alaska, AnchorageKerasnya medan gunung McKinley, terlihat dari jumlah korban di gunung McKinley. Sebagai gunung tertinggi di Amerika Utara, sejak tahun 1932 McKinley telah merenggut nyawa 102 pendakinya, termasuk Pungkas.Pada pekan ini, gunung ini memakan dua orang korban yaitu James Nasti diketahui meninggal di puncak gunung. Sedangkan Pungkas, adalah korban kedua di pekan ini.Akhir Mei kemarin, dua pendaki asal Jepang juga dinyatakan hilang. Sampai saat ini, dua pendaki tersebut masih belum ditemukan. Diduga, keduanya telah tewas di belantara hutan gunung. (end)
Kamis, 10 Juli 2008 - 15:22 wib
Fahmi Firdaus - Okezone

Proses Evakuasi Pungkas Tri Baruno

Jenazah Pungkas Tiba Sore Hari
JAKARTA - Evakuasi jenazah pendaki Pungkas Tri Baruno saat ini sedang dalam perjalanan menuju Basecamp Takeetna yang berada di ketinggian 14.200 kaki, dan diperkirakan akan sampai di basecamp pada sore hari waktu setempat."Setelah sampai di basecamp, jenazah akan dievakuasi melalui jalur udara dengan heli," Ketua Posko Pemantau Musibah Gunung McKinley Djatmiko, di kantornya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (10/7/2008).Djatmiko juga menambahkan selain, Pungkas terdapat pendaki asal Jepang yang saat ini juga diperkirakan hilang di Gunung Mckinley. Beberapa Rangers Park juga sedang menacari keberadaan orang Jepang diperkirakan dua orang.Pungkas Tri Baruno merupakan anggota Tim Ekspedisi Tunas Indonesia yang dinyatakan tewas dalam pendakian di Gunung McKinley. Pungkas diberangkatkan Gerakan Pramuka dalam rangka memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional dan 100 tahun Gerakan Kepanduan Sedunia.(hri)
Kamis, 10 Juli 2008 - 13:28 wib
Fahmi Firdaus - Okezone

Proses Evakuasi Pungkas Tri Baruno


Jenazah Pungkas Turun di Ketinggian 14.200 Kaki


JAKARTA - Evakuasi terhadap jenazah Pungkas Tri Baruno terus dilakukan. Informasi terakhir, jenazah Pungkas sudah dibawa turun dan berada di ketinggian 14.200 kaki."Dari kabar terakhir yang saya terima, mereka pada sore hari waktu setempat sudah mencapai kawasan Takeetna atau dalam ketinggian 14.200 kaki," ujar Ketua Posko Pemantau Musibah Gunung McKenley, Jatmiko kepada wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (10/7/2008).Dia juga memperkirakan jenazah Pungkas diperkirakan akan tiba di Jakarta sekitar tanggal 14 atau 15 Juli nanti. Kelambatan tersebut dikarenakan kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat.Selain itu, sebanyak 40 orang dari berbagai organisasi pecinta alam ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Pungkas dan ikut serta menjadi relawan posko di Kwarnas. Dalam kerjanya, para pecinta alam akan berkoordinasi dengan dua orang mountain trip asal Amerika Serikat yakni Jhon Lumis dan Bill, yang berada di McKinley.Sebelumnya, Pungkas dkk telah mencapai ketinggai 6.125 dpl dan menancapkan bendera merah putih dan bendera tunas kepala. Namun, saat hendak turun, Pungkas mengalami jatuh dua kali, hingga akhirnya tewas.(uky)(kem)


Kamis, 10 Juli 2008 - 12:25 wib
Fahmi Firdaus - Okezone

Proses Evakuasi Pungkas Tri Baruno

Jenazah Pungkas Diperkirakan Tiba 14 Juli
JAKARTA - Pungkas Tri Baruno, Mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) yang diberitakan tewas dalam pendakiannya di gunung McKinley, diperkirakan jenazahnya akan tiba pada Senin 14 Juli mendatang.Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Posko Pemantau Musibah Gunung McKenley, Jatmiko, saat dikonfirmasi wartawan di kantor Kwarnas, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2008)."Kami perkirakan jenazah Pungkas akan tiba di Jakarta sekitar tanggal 14 Juli atau 15 Juli mendatang. Ini cukup lama karena proses evakuasi menggunakan jalur darat," kata Jatmiko.Namun, dirinya enggan memastikan kapan jenazah tiba. Pasalnya, kondisi cuaca saat ini di McKinley tengah tidak bersahabat."Cuaca sedang buruk dan tidak bersahabat. Kami akan terus berusaha agar secepatnya Pungkas dapat dievakuasi," tandasnya. (teb)
Kamis, 10 Juli 2008 - 12:21 wib
Fahmi Firdaus - Okezone

Proses Evakuasi Pungkas Tri Baruno

Menlu: Evakuasi Pungkas Berjalan Lambat
JAKARTA - Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda mengatakan bahwa proses evakusasi Pungkas Tri Baruno, korban pendakian gunung McKinley, akan berjalan lambat. Pasalnya, saat ini kondisi cuaca di McKinley sedang tidak bersahabat."Proses evakuasi akan memakan waktu cukup lama karena kondisi cuaca di sana saat ini sedang buruk," ujar Hassan kepada wartawan di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2008).Dirinya menambahkan bahwa saat ini pihak Departemen Luar Negeri sudah mengontak keluarga Pungkas dan saat ini keluarga Pungkas tengah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Indonesia di San Fransisco, Amerika Serikat."Saya belum tahu kapan korban tiba di tanah air. Yang pasti kami akan terus berusaha agar secepatnya korban bisa dievakuasi," tandasnya.Disinggung soal adanya wacana agar Pungkas diberikan gelar pahlawan karena mendaki gunung sambil mengibarkan bendera merah putih, Menlu belum bisa memastikannya."Saya belum tahu apakah ada gelar pahlawan untuk Pungkas atau tidak. Kita belum membicarakan itu," demikian pungkasnya. (teb)
Kamis, 10 Juli 2008 - 11:56 wib
Fahmi Firdaus - Okezone

Selasa, Juli 01, 2008

Dialog Dengan Ferry Yuliantono

Hak Angket BBM Adalah Kemenangan Rakyat
JAKARTA - Unjuk rasa mahasiswa yang berakhir bentrok di DPR dan pembakaran mobil plat merah di Atma Jaya Selasa lalu mengundang tanda tanya besar, siapa aktor intelektual dalam aksi yang berujung pada tindakan anarkis tersebut. Kepala Badan Intelijen Nasional (KaBIN) Syamsir Siregar langsung menuding aktivis yang berisinil FY sebagai otak intelektualnya.
Di kalangan media disebutkan, FY merujuk pada nama Ferry Yuliantono yang merupakan ketua dewan tani Indonesia dan sekjen Komite Bangkit Indonesia (KBI). Ferry yang saat ini berada di China mengaku dirinya bukanlah dalang dari kerusuhan di dua tempat tersebut. "Saya tidak memprovokasi" ujar Ferry dalam diskusi Jakarta First Channel Radio Trijaya, Kamis (26/6/2008).
Berikut petikan perbincangan Radio Trijaya dengan Ferry Yuliantono:
Pagi Pak Ferry?
Pagi.
Bagaimana kabarnya?
Baik, Alhamdulillah.
Apakah bapak mendengar informasi bahwa inisial anda ini, FY disebut-sebut sebagai provokator dalam unjuk rasa yang berlangsung Selasa 24 Juni kemarin?
Sudah, sudah mendengarnya.
Dari mana anda mendengar informasi itu?
Dari beberapa wartawan yang menanyakan kepada saya dan beberapa teman menghubungi saya. Kemudian kalau menyebut-nyebut inisial namanya. Inisial sih enngak apa.
Bagaimana perasaan anda, inisialnya disebut-sebut sebagai provokator?
Pertama kaget. Kedua, disebut sebagai provokatornya itu lho. Saya tidak memprovokasi. Tapi memang mungkin dalam kaitan saya sebagai Sekjen Komite Indonesia Bangkit itu, yang mana sejak awal sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan BBM, kan kita sudah secara terbuka menentang kebijakan itu. Dan Pak Syamsir Siregar menuding mantan pejabat Pak Rizal Ramli.
Kemudian juga beberapa waktu lalu sebelum saya berangkat ke Cina, memang saya pernah menyampaikan dalam wawancara dengan QTV bahwa meskipun pemerintah telah menaikkan BBM tapi kami terus akan melanjutkan perjuangan ini untuk mengawal proses penggunaan hak angket di DPR. Termasuk di dalamnya juga saya menyampaikan pada saat itu bahwa termasuk rapat paripurna dan lain sebagainya itu kita kawal.
Kepala BIN mengatakan, sebulan lalu pernah bertemu FY?
Kalau bertemu pernah, tapi saya pernah menyampaikan tidak seperti itu, yang saya sampaikan adalah bahwa, saya difasilitasi teman saya yang menyampaikan bahwa Kepala BIN ingin bertemu. Waktu dalam konteknya demonstrasi sebelum kenaikan harga BBM. Tapi dalam pertemuan itu, saya bilang bahwa kelihatannya terus, tapi tidak eksplisit saya bilang bahwa ini akan kerusuhan. Saya tidak pernah sekalipun mengetahui hal itu. Kalau saya kan kenal banyak, termasuk Pak Hatta Rajasa, bertemu dengan saya. beberapa teman-teman di kabinet juga saya kenal dengan baik. Mungkin mereka konteksnya pada saat itu, saya dianggap ikut tanggung jawab lah pimpin demontrasi sebelum pemerintah mengumumkan harga BBM.
Saya ingin kasih tahu juga , sebelum saya ke Cina, 7-8 hari lalu saya dengan teman-teman telah bertemu pimpinan Fraksi di DPR. Saat itu juga FPDIP dan FKB saya sampaikan bahwa kita akan terus kawal penggunaan hak angket ini. Kemudian kita minta pimpinan fraksi serius menggunakan hak angket ini, karena bagi kita hak angket ini penting. Karena hak angket ini hak konstitusi yang dimiliki DPR, untuk menyelidiki soal tata niaga minyak ini. Kalau hak angket ini bisa jalan, artinya rakyat mendapat hak untuk mengetahui duduk persolan, kenapa negara kaya seperti kita, yang kaya minyak ini malah sebaliknya rakyat harus menangung beban itu, ada apa sebenarnya?.
Dengan hak angket sebenarnya, kita bisa tahu apa yang terjadi. Disitu juga saya sampaikan, kita akan kepung DPR , tapi sebelum berangkat ke Cina, Saya tidak pernah sampaikan rusuh begitu.
Yang anda maksud mengepung itu seperti apa? Apakah Akan melakukan demo secara terus menerus secara masif seperti 1998 atau tongkrongi sidang paripurna?
Sebelum rapat paripurna Selasa (24 Juni) kemarin itu kan ada keinginan kita untuk masuk di balkon, tapi kemudian secara teknis susah masuk ke balkon di gedung DPR sekarang itu. Saat rapat paripurna Selasa, pengepungan itu ya dikepung saja. Karena penting apa yang dilakukan untuk memaksa anggota di DPR, semua fraksi yang ada di DPR untuk tidak main-main dengan penggunaan hak angket, mengingat penggunan hak angket tersebut sebelumnya kandas ditengah jalan.
Apa juga disebutkan kabur di sini ?
sebanarnya agenda anda di Cina itu apa Pak Ferry?Saya menenuhi undang Cina Youth Federation. Saya juga melakukan studi perbandingan pertanian sebagai ketua dewan tani Indonesia. Sebenarnya saya tidak melarikan diri, karena saya pergi ke Cina sudah seminggu lalu sebelum hari selasa. Saya tidak tidak tahu maksud Pak Syamsir apa? Saya melarikan diri, tapi fakta seperti begitulah.
Anda merasa yakin yang disebut inisial FY itu adalah anda?
Iya belum tahu juga, tapi teman-teman wartawan mengarah kepada saya. Pak Syamsir hanya mengatkan dia aktivis! jadi mungkin atas dasar itu teman-teman wartawan dan teman-teman saya menyimpulkan itu saya.
Kalau anda sendiri berkesimpulan FY itu anda bukan?
iya berat, kalau lihat inisialnya persis saya. Tapi kan Pak Syamsir belum mengatakan kepanjangan inisial itu. Kalau inisial itu, namanya tidak ada yang lain.
Ketika inisial ini terungkap, apa yang akan anda lakukan setiba di tanah air?
Ya, kalau lihat dari pernyataan kemarim Kepala BIN, besar kemungkinan saya tiba di Jakarta, akan ditahan. Ya, saya ikhlas, saya siap saja kalau itu memang benar.
Apakah terlintas, ada wacana seperti anda tidak ingin balik?
Ya enggaklah. Pertama, saya tidak melarikan diri dan kemudian saya akan bertanggungjawab kalau memang terbukti atas tuduhan itu. Saya akan memberikan keterangan sesuai yang saya punya. Tapi kalau kemudian ini menjadi unsur politis, ya itu situ risiko juga.
Rencana pulang kapan?
Beberapa hari ke depan lah Mas. Kalau Jumat acara resminya selesai, mungkin Sabtu atau Minggu pulang, kalau tidak ada perubahan jadwal ya Mas.
Kalau anda tiba di tanah air, tempat pertama yang akan anda kunjungi mana, Apakah ke BIN atau Polri?
Ada kemungkinan tidak begitu. Ada kemungkinan, begitu datang, langsung ditahan meskipun konteksnya diminta untuk memberikan keterangan. Tapi itu, sudah domain kekuasaan pihak keamanan. Artinya juga belum berpikir ke mana-mana.
Maraknya pemberitaan bahwa anda sebagai dalang kerusuhan, sekarang apa anda ingin mengklarifikasi?
Yang pasti, saya tidak pernah melarikan diri dan saya tidak pernah menganjurkan untuk kerusuhan. Tapi begini Mas, apa yang terjadi di Jakarta atau hari selasa kemarin itu sebenarnya dipicu juga berita kematian adik mahasiswa kita Maftuh Fauzi itu kemudian membuat emosi teman-teman mahasiwa. Itu juga sebenarnya dalam setiap demostrasi yang santun sekalipun, damai sekalipun ada juga yang faktor -faktor internal dan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi dinamika di lapangan. Jadi kalau saya lihat, dari kejadian kemarin ada juga dipicu kemarahan dari mahasiswa.
Bagaimana dugaan keterlibatan Komite Bangkit Indonesia dalam kerusuhan Selasa, apakah anda ikut mengawal?
Kalau dari sejak awal sebelum berangkat ke China, saat perbincanagn di TV dan beberapa fraksi di DPR, saya sampaikan itu. Karena saya berangkat, saya minta teman-teman untuk merealisasikan dan melanjutkan rapat-rapat teknis selanjutnya. Kalau Komite Bangkit Indonesia sendiri ingin conten-nya bagaimana ekonomi Indonesia ke depan itu bisa lebih baik dari pada sekarang dan lebih transparan. Meskipun juga tidak bisa dihindari saya sebagai aktivis membicarakan pasti hal-hal yang berbau kegiatan-kegiatan operasional atau kegiatan-kegiatan demontrasiitu. Tapi sebelum pemerintah menaikkan BBM, masyarakat sudah juga tahu, saya sendiri dan bersama Pak Rizal Ramli turun kejalan sendiri, pidato di tengah jalan, mungkin tidak dalam konteks memprovokasi, tapi kita sendiri menolak dan menentang kebijakan menaikan BBM itu.
Hasil hak angket terbukti disetujui, sikap anda bagaimana?
Alhamdulillah. Saya kaget mendengar hak angket disetujui. Ini kemenangan rakyat. Mudah-mudahan kita semua bisa mendapatkan hak untuk mengetahui bagaimana kebijakan minyak di negeri kita. Kenapa kita bisa menderita, tapi kita kaya minyak. Seharusnya dengan kenaikan harga minyak kita bisa mendapatkan keuntungan, tapi kenapa malah sebaliknya.
Terima Kasih Pak Ferry atas perbincangannya?
Unjuk rasa mahasiswa yang berakhir bentrok di DPR dan pembakaran mobil plat merah di Atma Jaya Selasa lalu mengundang tanda tanya besar, siapa aktor intelektual dalam aksi yang berujung pada tindakan anarkis tersebut. Kepala Badan Intelijen Nasional (KaBIN) Syamsir Siregar langsung menuding aktivis yang berisinil FY sebagai otak intelektualnya.
Terima Kasih Pak Ferry atas perbincangannya?
Ya, sama-sama. (mik)
Kamis, 26 Juni 2008 - 13:25 wib
Sutarmi - Okezone

Harga Gas ELPIJI Kembali Naik

Elpiji Sudah Naik
di Beberapa Daerah
Purwakarta: Pemerintah memutuskan menaikkan harga elpiji ukuran 12 kilogram sebesar 23 persen mulai Juli ini. Namun, di beberapa daerah para pedagang sudah terlebih dulu menaikkan. Di Purwakarta, Jawa Barat, misalnya, harga elpiji 12 kilogram sejak beberapa hari lalu melambung hingga Rp 70 ribu dari sebelumnya Rp 60 ribu.
Lain lagi di Yogyakarta. Tiga hari terakhir elpiji 12 kilogram sulit diperoleh. Stok di sejumlah agen sudah habis. Di agen elpiji Jalan Bhayangkara, salah satu agen terbesar di Yogyakarta, warga harus mendaftar dulu untuk bisa mendapat elpiji yang baru bisa diambil saat pasokan datang.
Sementara di Jakarta, warga mengaku keberatan dengan kenaikan ini, apalagi bagi para pengusaha kecil. Seperti Ibu Warsih yang sehari-hari membuka usaha warung nasi di daerah Jakarta Selatan. Untuk keperluan memasak di warungnya, Warsih selalu menggunakan elpiji kemasan tabung 12 kilogram. Kini, ancaman berkurangnya keuntungan menghampiri usaha warung wanita ini. Menaikkan harga terpaksa ia lakukan agar usaha warung makannya dapat terus berjalan. Itu pun dengan kekhawatiran kehilangan pelanggan.
01/07/2008 05:59 Elpiji (ADO/Tim Liputan 6 SCTV)