Senin, Juni 30, 2008

Tujuan Hidup

KEJELASAN TUJUAN HIDUP

Tanpa memiliki semacam “Jangkar Nilai” di dalam sanubarinya, manusia umumnya akan sulit menentukan pilihan di antara sekian alternatif yang ada di kehidupannya, tak terkecuali dalam hal kebutuhan informasi. Dan berhubung sistem nilai tersebut sering kurang jelas kita sadari, maka usul lanjutan saya guna menghadapi polusi kebudayaan terurai dimuka adalah : “perjelaslah selalu apa nilai-nilai yang anda anut!” Lalu, bagaimana caranya salah satunya adalah dengan merumuskan apa yang menjadi tujuan hidup anda – secara tertulis!.

Banyak orang yang kurang menyadari perlunya memiliki tujuan hidup. Ibarat perahu ditengah samudera, kehidupan mereka seolah berjalan tanpa arah, tergantung kemana “angin bertiup” dari waktu ke waktu, sehingga seberapa jauh pun pelayaran atau berapa pun usia yang telah mereka habiskan, sesungguhnya tak ada hasil-nyata yang mereka capai. Ya, tanpa adanya tujuan tertentu yang hendak dicapai, bagaimana mungkin kita bisa “sampai” pada akhir suatu perjalanan?

Setelah tujuan hidup jelas kita sadari, lebih baik lagi bila kita tulis di buku harian, maka seolah-olah kita telah memiliki “kompas” yang akan membantu mengarahkan biduk kita, terutama sewaktu-waktu kita mengalami pilihan-pilihan penting dalam hidup. Kembali ke “Banjir Informasi” di atas, adanya tujuan hidup yang jelas akan otomatis memberi kita alat-penyaring : mana informasi yang sangat kita perlukan, mana yang kurang maupun yang sama sekali tidak kita perlukan. Jadi serupa tapi tidak sama dengan teknik K-D-B di atas, dimilikinya tujuan hidup akan menyaring pilihan informasi yang kita serap dari kehidupan. Keduanya merupakan pasangan. Kalau teknik K-D-B lebih secara sengaja kita terapkan, maka kejelasan tujuan hidup seolah-olah secara tidak sengaja membantu kita menentukan pilihan. Anda tidak percaya? Silahkan mencobanya.

Bambang Utomo “Terampil Berfikir”

Tidak ada komentar: